Pages

Jumat, 26 Oktober 2012

PERSONALIA



Nama     :  Andro T.H.G Damanik
NPM      :  28212121
Kelas      :  1EB04

BAB III
PERSONALIA


Pengertian manajemen personalia
        Manajemen personalia merupakan fungsi bagian dari manajemen yang berkaitan dengan manusia khususnya bagaimana menjalin kerjasama ,mengembangkan dan menumbuhkanberbagai kebijaksanaan dalam mempengaruhi orang-orang yang membentuk organisasi maupun dalam membantu para pemimpin sebagai manajer untuk mengelolah sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan .
Menurut FLIPPO manajemen personalia adalahperencanaan ,pengorganisasian ,pengarahan dan pengawasan dari pengadahan ,pengembangan ,pemberian balas jasa ,pengintegrasian ,pengarahan ,dan pemutusan hubungan kerja karyawan dengan maksud untuk mencapai tujuan individu karyawan ,perusahaan ,organisasi dan masyarakat .
Dari definisi FLIPPO dapat disimpulkan bahwa manajemen personalia terbagi menjadi 3 aspek utama ,yaitu :
1. Fungsi manejerial
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengawasan

2. Fungsi operasianal
- Fungsi pengadaan
- Fungsi pengembangan
- Fungsi kompensasi
- Fungsi integrasi
- Fungsi pemeliharaan

3. Peran manejemen personalia adalah berupaya untuk mengintegrasikan tujuanperseorangn ,perusahaan maupun masyarakat . Hubungan Perburuhan adalah hubungan antara unsur – unsur dalam produksi yaitu buruh, pengusaha dan pemerintah, yang didasarkan pada nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, inti dari pola hubungan perburuhan Pancasila adalah bahwa setiap perselisihan perburuhan yang terjadi harus diupayakan diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat. Ada beberapa macam faham yang mempengaruhi hubungan perburuhan yang berlaku di suatu negara, antara lain :
1. Faham Liberalisme

            Faham ini memberikan kebebasan mutlak kepada individu. Disini individu ditempatkan diatas masyarakat. Oleh karena itu berdasarkan faham ini, campur tangan pemeirntah dalam suatu hubungan perburuhan diupayakan sekecil mungkin. Sehingga penggunaan hak mogok maupun lock out dapat digunakan secara bebas, sejalan dengan kebebasan individu yang mutlak.

2. Faham Marxisme

            Berbeda dengan faham liberalisme, faham ini justru menempatkan masyarakat di atas kepentingan individu. Di sini individu tidak memiliki kebebasan. Di lain pihak untuk mencapai masyarakat sosialis, berdasarkan marxisme, maka pertentangan klas justru dijadikan alat untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu klas pekerja dipertentangkan dengan klas pengusaha agar tidak ada lagi klas diantara mereka. Dengan demikian, mogok dijadikan alat untuk mempertentangkan klas buruh dengan klas pengusaha. Di Indonesi pada awal kemerdekaan tahun 1950 – 1960, hubungan perburuhan diwarnai oleh kedua faham tersebut diatas, sehingga intensitas mogok pada waktu itu cukup tinggi. Hal ini menimbulkan reaksi dan perintah untuk melarang kegiatan mogok. Dalam perkembangan selanjutnya, dalam rangka memperkecil intensitas pemogokan, pemerintah mendorong tercapainya konsensus nasional, di mana pola hubungan perburuhan dijadikan model hubungan perburuhan yang berlaku di Indonesia.
                                                        
Hubungan Perburuhan industrial adalah suatu system hubungan yang terbentuk antar para pelaku dalam proses produksi barang atau jasa, yang terdiri dari pengusaha dan pemerintah. Sementara hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dan buruh berdasarkan perjanjian kerja yangmemiliki unsur pekerjaan, upah, dan perintah
.A  Alasan karyawan bergabung dalam serikat pekerja antara lain :
      1 Hubungan Sosial
      2 Adanya Peluang untuk kepemimpinan
      3 Tekanan dari Lingkungan
      4 Ketidakpuasan terhdap Manajemen
B Tujuan Serikat Pekerja
       Serikat pekerja memiliki beberapa tujuan antara lain :
       1.Keselamatan serikat pekerja
       2.Keselamatan pekerja
       3.Wadah aktivitas - aktivitas
       4.Peningkatan kesejahteraan pekerja
       5.Peningkatan kondisi kerja
       6.Kewajaran dan keadilan

C.Jenis - jenis Serikat Pekerja
        Ada 3 jenis serikat pekerja yaitu :
         1.Craft UnionsCraft unions adalah serikat pekerja yang anggotanya terdiri dari
             sekelompok karyawan dengan latar belakang ketrampilan yang sama
         2.Industrial Unions adalah serikat pekerja yang dibentuk atas dasar kesamaan
             lokasi pekerjaan. Terdiri dari sekelompok karyawan yang memiliki ketrampilan
             maupunya tidak memiliki ketrampilan


        3.Mixed Unions merupakan srikat pekerja dimana di dalamnya terdapat karyawan yang
            memiliki ketrampilan, tidak mempunyai ketrampilan dan setengah ketrampilan dari
            lokasi tertentu, tidak memandang dari industri mana.

D.Perundingan Kolektif Perundingan kolektif adalah suatu proses di mana para wakil dua kelompok bertemu dan mempunyai tujuan merundingan ( negoisasi ) suatu kontrak perjanjian yang mengatur kedua belah pihak di waktu mendatang. Dalam hubungan serikat pekerja- manajemen, perundingan kolektif merupakan proses negoisasi antara pihak karyawan yang diwakili oleh serikat pekerja dengan pihak manajemen untuk menetapkan

   1.TraditionalAdalah tentang distribusi benefit, yaitu pengupahan, kondisi kerja, promosi,
       PHK,hak- hak manajemen dan sebagainya
  .          
    2.Integratif Terkait dengan bermacam- macam masalah kepentingan timbal balik
       timbal balik antarakedua belah pihak yang  lebih besar

    .
E.Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Perundingan Kolektif Ada beberapa unsure yang perlu diperhatikan dalam perundingan kolektif, yang akan mempengaruhi sikap, proses, dan hasil perundingan, di antaranya :
          1.Cakupan perundingan
          2.Tekanan - tekanan perundingan serikat pekerja
          3.Peranan pekerja
          4.Kesediaan organisasi

Keselamatan dan Kesehatan KerjaMaju mundurnya suatu industry sangat ditunjang oleh peranan buruh. Dalam membangun tenaga kerja / buruh yang produktif, sehat, dan berkualitas perlu adanyamanajemen yang baik,khususnya yang berkaitan masalah kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ).  
Uraian dan tujuan manajemen K3 adalah sebagai berikut :
1.      .Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-tingginya,
2.      .Sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit dan kecelakaan-kecelakaan akibat kerja,
3.      pemeliharaan, dan peningkatan kesehatan, dan gizi tenaga kerja, perawatan dan mempertinggi efisiensi.dan daya produktivitas tenaga manusia, pemberantasan kelelahan kerja, pelipat ganda kegairahan serta kenikmatan kerja
   
Faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja, baik penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan maupun kecelakaan kerja disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :
           1.Faktor fisik, yang meliputi penerangan, suhu udara, kelembaban, cepat rambat udara,suara, vibrasi.
              mekanis, radiasi, tekanan udara, dan lain –lain
           2.Faktor kimia, yang berupa gas, uap, debu, kabut, awan, cairan, dan benda-benda padat.
           3.Faktor biologi, baik dari golongan hewan maupun dari tumbuh-tumbuhan.
           4.Faktor fisiologis, seperti konstruksi, sikap, dan cara kerja.
           5.Faktor mental-psikologis, yaitu sususnan kerja, hubungan diantara pekerja atau dengan pengusaha,
              pemeliharaan kerja dan sebagainya.Kondisi kerja masa kini
I.   Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam industry :
           1.Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )
           2Memilki fasilitas / peralatan built-in ( melekat )
           3.Penggunaan peralatan yang tidak melebihi nilai ambang batas ( NAB )
           4.Jabatan fungsional
           5.Faktor gizi yang mendukung produktivitas





Pembelanjaan



Nama   :  Andro T.H.G Damanik
NPM   :  28212121
Kelas   :  1EB04


BAB IV
PEMBELANJAAN


1 Pembelanjaan merupakan salah satu fungsi perusahaan personalia, pemasaran dan produksi.Penngertian pembelanjaan selalu berubah dari waktu ke waktu,sedangkankan pengertian pembelanjaan dalam arti lama adalah menyediakan dana . Akan tetapi setelah perekonomian berkembang terus maka konsep pembelanjaan juga berubah.
     Pengertian pembelanjaan menurut Bambang Riyanto dalam  Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana mendapatkan dana,bagaimana mengunakan dana dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan.
     Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa pembelanjaan perusahan mempunyai tujuan sebagai berikut:
          1.Mendapatkan atau menaikan tambah dana perusahaan
          2.Mengunakan dana secara efesien
          3.Mendistribusikan laba perusahaan kepada yang berhak.

   

       2.PENGUNAAN DANA
          Pengunaan dana setelah ada di perusahaan ,sebagai manajer keuangan berusaha untuk menggunakan secara efesien demi tercapainya tujuan perusahaan. Pada dasarnya pengunaan dana dapat di golongkan menjadi dua yaitu: 
1. Pengunaan dana dalam jangka pendek:   Kas surat-surat berharga, piutang dan persediaan
2. Pengunaan dana dalam jangka panjang:  Investasi aktiva tetap termasuk tanah,bangunan
    dan  Peralatan

  Klasifikasi Sumber-Sumber Dan Penggunaan Dana
  Sumber-sumber dana adalah pos-pos yang menaikkan jumlah uang kas sedangkan
  penggunaan dana adalah pos-pos yang menurunkan jumlah uang kas

 Sumber-sumber dana:
    >Penurunan jumlah aktiva
    >Peningkatan jumlah utang
    >Keuntungan sesudah pajak
    >Depresiasi dan beban-beban yang tidak memerlukan pengeluaran uang kas lainnya
      (noncash charges) 
    >Penjualan saham-saham baru
  Penggunaan dana:
    >Peningkatan jumlah aktiva
    >Penurunan jumlah utang
    >Kerugian atau Net Loss
    >Pembayaran deviden dalam bentuk kas (cash devidend)
    >Pembelian kembali saham-saham perusahaan

Untuk membuat laporan sumber-sumber dan penggunaan dana maka diperlukan laporan rugi-laba tahun terakhir, neraca tahun terakhir, dan neraca tahun sebelumnya yang akan dipergunakan sebagai bahan perbandingan.

http://kuliah-santai.blogspot.com/2012/06/pengertian-dan-fungsi-pembelanjaan.html