Selasa, 18 November 2014
TUGAS KARANAGN ILMIAH (SKRIPSI , TESIS DAN DISERTASI , POPULER , JURNAL)
NAMA : ANDRO THG DAMANIK
Karangan Ilmiah
Tugas Perbedaan Resensi, timbangan pustaka,timbangan buku dalam Karangan Ilmiah
NAMA : ANDRO THG DAMANIK
NPM : 28212121
KELAS : 3EB02
TUGAS : Bab 6 Karangan Ilmiah ( Resensi, timbangan Pustaka, dan Timbangan buku)
NPM : 28212121
KELAS : 3EB02
TUGAS : Bab 6 Karangan Ilmiah ( Resensi, timbangan Pustaka, dan Timbangan buku)
PENGERTIAN
DAN PERBEDAAN
RESENSI,TIMBANGAN PUSTAKA
DAN TIMBANGAN BUKU
Pengertian Resensi
Kata
"Resensi" berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja
"revidere" atau "recensere" yang memiliki arti melihat
kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah
review, sedangkan dalam bahasa Belanda
dikenal dengan istilah recensie. Tiga istilah tersebut mengacu pada hal yang
sama, yakni mengulas sebuah buku.
Menurut "Kamus
Istilah Sastra" yang ditulis oleh Panuti Sudjiman (1984), Resensi adalah
hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks
ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau
mengkritik buku.
Resensi merupakan salah satu
bentuk tulisan jurnalistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberi
pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku yang baru diterbitkan. Secara
sederhana, resensi dapat dianggap sebagai bentuk tulisan yang merupakan
perpaduan antara ringkasan dan ikhtisar berisi penilaian, ringkasan isi buku,
pembahasan, atau kritik terhadap buku tersebut. Bentuk tulisan ini bergerak di
subyektivitas peresensinya dengan bekal pengetahuan yang dimilikinya tentang
bidang itu.
WJS. Poerwadarminta (dalam
Romli, 2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan
atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan
buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi
dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan
dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar
atau majalah.
Saryono (1997:56)
menjelaskan Pengertian Resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan
merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya
adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya,
bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut.
Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa
foto buku atau foto copi sampul buku.
Timbangan Pustaka
Timbangan pustaka
adalah menimbang atau menilai hasil-hasil penelitian yang telah Klasifikasi
pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, Perbedaan
karangan ragam standart dan non standart. Resensi buku lebih dikenal dengan
istilah timbangan buku Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang
buku atau ulasan buku secara tertulis yang mengemukakan pendapat seseorang tentang
baik buruknya buku ditinjau dari berbagai sudut. Resensi dapat dilakukan oleh
siapa saja.
Timbangan Buku
Timbangan buku sama dengan
kritik buku yaitu pertimbangan atau pendapat tentang baik buruk sebuah karya
yang dapat di sampaikan secara tertulis maupun lisan oleh siapa saja. Bedah
buku adalah pembicaraan mengenai buku dengan melibatkan beberapa orang atau
forum untuk berdiskusi, ada tokoh atau bahkan pengarangnya sendiri ikut
terlibat. Pendapat atau penilaian tentang buku yang dibedah dapat disimpulkan
lebih obyektif karena berdasarkan pendapat umum.
Dengan demikian antara
resensi dan timbangan buku hampir mirip. Kalau di dalam timbangan buku bisa
dilakukan oleh siapa saja (sama dengan resensi) tetapi kalau bedah buku bisa
dilakukan oleh tokoh yang menguasai atau bahkan pengarangnya sendiri di hadapan
para calon pembaca.
Referensi
Dwiloka & Rati Riana. Teknik Menulis
Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, dan Laporan.
Jakarta: Rineka Cipta, 2005.
http://lailisulumiyah.blogspot.com/2011/03/pengertian-resensi-timbangan-pustaka.html
http://ndandutz.wordpress.com/2011/03/23/pengertian-referensi-timbangan-bukutimbangan-pustaka
Tugas Metode Ilmiah
NAMA : ANDRO THG DAMANIK
NPM : 28212121
KELAS : 3EB02
TUGAS : Penjelasan Metode Ilmiah (bab 5)
NPM : 28212121
KELAS : 3EB02
TUGAS : Penjelasan Metode Ilmiah (bab 5)
Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal
sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara
sistematis,empiris, dan terkontrol.
Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah
Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu
dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah
tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan
data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar
kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian
pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang
dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.
Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis
Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara
sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini
dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah
kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai
langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.
Metode ilmiah didasarkan pada data empiris
Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris.
maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau
jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran
secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu
kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu
dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.
Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol
Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses
berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah,
dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi
apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan
seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam
keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan
terkontrol.
Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan
berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam
pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan
terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1.
Merumuskan masalah.
2.
Merumuskan hipotesis.
3.
Mengumpulkan data.
4.
Menguji hipotesis.
5.
Merumuskan kesimpulan.
Merumuskan Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan
kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam
bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan
memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang
dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan
masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah
permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang
masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam
metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting.
Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya
dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang
peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan
hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang
benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya
untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari
tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di
lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu
mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan
data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian
hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data
yang dikumpulkan.
Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban
sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya
merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah
menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun
menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian
hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf
signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan
semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini
dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan
suatu pengujian hipotesis itu sendiri.
Merumuskan Kesimpulan
L langkah paling akhir dalam
berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan.
Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan
sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif
secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang
tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting.
Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang
dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan
masalah yang diajukannya.
Tugas karangan Ilmiah
NAMA : ANDRO
THG DAMANIK
NPM : 28212121
KELAS : 3EB02
TUGAS : Pengertian karangan Ilmiah ( bab 4)
NPM : 28212121
KELAS : 3EB02
TUGAS : Pengertian karangan Ilmiah ( bab 4)
Pengertian
dan Ciri-Ciri Karangan Ilmiah
Latar
Belakang
Karangan
Ilmiah adalah karangan yang dibuat berdasarkan cara yang sistematis dan
memiliki ciri-ciri tertentu. Demikian juga karangan non ilmiah dan
karangan popular memiliki ciri khasnya tersendiri. Lalu bagaimana membedakan
satu sama lainnya, di dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana membedakan
antara semua jenis karangan tersebut.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang disampaikan pada paparan di atas, ada beberapa permasaahan
yang bisa diangkat.
1. Apa pengertian karangan ilmiah?
2. Apakah ciri-ciri dari karangan ilmiah?
3. Apa perbedaan antara karangan ilmiah
dan non ilmiah?
Tujuan
Penulisan Makalah
Sesuai
dengan latar belakang dan rumusan masalah yang disampaikan di atas, ada
beberapa tujuan yang ingin dicapai.
1. Pengerian dari karangan ilmiah.
2. Ciri-ciri karangan ilmiah.
3. Perbedaan karangan ilmiah dan non
ilmiah.
Pengertian Karangan Ilmiah
Karangan
merupakan karya tulis yang dihasilkan dari kegiatan mengungkapkan pemikiran dan
menyampaikannya melalui media tulisan kepada orang lain untuk dipahami.
Sedangkan karangan ilmiah menurut Brotowidjoyo
adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut
metodologi penulisan yang baik dan benar.
Jadi, karya ilmiah adalah suatu tulisan yang didalamnya membahas
suatu masalah yang dilakukan berdasarkan penyedikan, pengamatan, pengumpulan
data yang dapat dari suatu penelitian,baik penelitian lapangan, tes
labolatorium ataupun kajian pustaka dan dalam memaparkan dan menganalisis
datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah,yang dikatakan dengan pemikiran
ilmiah disini adalah pemikiran yang logis dan empiris.
Bentuk karangan ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian,
skripsi, tesis, dan disertasi. Sedangkan jenis
karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau
simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk
dari kegiatan ilmuwan.
Ciri-Ciri Karangan Ilmiah
Ciri-ciri
karangan ilmiah yaitu:
a Sistematis, artinya mengikuti pola pengembangan tertentu,misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya
b. objektif, artinya pembahasan suatu
hasil penelitian sesuai dengan yang diteliti.;
c. cermat,
tepat, dan benar;
d. tidak persuasif;
e. tidak argumentatif;
f. tidak
emotif;
g. netral,
artinya tidak mengejar keuntungan sendiri atau pihak tertentu;
h. tidak melebih-lebihkan sesuatu
Isi ( batang tubuh )
sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah.Seperti yang diungkapkan oleh John
Dewey, ada 5 langkah pokok proses ilmiah.
Mengenali dan merumuskan masalah
Mengenali dan merumuskan masalah
2. Menyusun
kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis.
3. Merumuska hipotesis ( dugaan
hasil sementara )
4. Menguji hipotesis
5. Menarik kesimpulan
Perbedaan
Karangan Ilmiah dan Nonilmiah
Menulis karangan adalah kegiatan menulis usulan-usulan yang
benar berupa pernyataan-pernyataan tentang fakta, kesimpulan-kesimpulan yang
ditarik dari fakta dan merupakan pengetahuan. Terdapat tiga golongan karangan,
yaitu ilmiah, ilmiah popular, dan nonilmiah
Seperti pernyataan sebelumya karanga ilmiah (scientific paper) adalah
laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian
yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan
etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan, sedangkan
karangan non ilmiah adalah karangan
yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam
kehidupan sehari-hari dan memiliki ciri-ciri karangan nonilmiah sebagai
berikut:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif
Langganan:
Postingan (Atom)