NPM : 28212121
Kelas : 1EB04
BAB V
PENGERTIAN MANAJEMENT
Istilah manajemen memiliki berbagai pengertian.
Secara universal manajemen adl penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai
sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit
maupun non profit. Definisi manajemen yg dikemukakan oleh
Daft (2003:4) sebagai berikut: “Management is the attainment of
organizational goals in an effective and efficient manner through planning
organizing leading and controlling organizational resources”. Pendapat
tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa manajemen merupakan pencapaian tujuan
organisasi dgn cara yg efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian
pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi.
Plunket dkk.(2005:5)
mendefinisikan manajemen sebagai “One or more managers individually and
collectively setting and achieving goals by exercising related functions (planning
organizing staffing leading and controlling) and coordinating various
resources (information materials money and people)”. Pendapat
tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa manajemen merupakan satu atau lbh
manajer yg secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan
organisasi dgn melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan
pengorgnisasian penyusunan staf pengarahan dan pengawasan) dan
mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang).
Manajer sendiri menurut Plunket
dkk.(2005:5) merupakan people who are allocate and oversee the use of
resources jadi merupakan orang yg mengatur dan mengawasi penggunaan sumber
daya.
Lewis dkk.(2004:5)
mendefinisikan manajemen sebagai: “the process of administering and
coordinating resources effectively and efficiently in an effort to achieve the
goals of the organization.” Pendapat tersebut kurang lbh mempunyai arti
bahwa manajemen merupakan proses mengelola dan mengkoordinasi sumber
daya-sumber daya secara efektif dan efisien sebagai usaha utk mencapai tujuan
organisasi.
Menurut Mary Parker
Follet yg dikutip oleh Handoko (2000:8) manajemen merupakan seni dalam
menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa
para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang
lain utk melaksanakan berbagai tugas yg mungkin diperlukan.
Latar Belakang Sejarah
manajemen
Latar
Belakang Sejarah manajemen
1. Manajemen Kuno
Mesir (piramid) and China (Tembok Besar China)
Bangsa Venesia (lini perakitan kapal perang)
2. Adam Smith
Mempublikasi “The Wealth of Nations” pd tahun 1776
Pendukung konsep pembagian/spesialisasi kerja (division of labor: job specialization) untuk meningkatkan produktivitas pekerja
3. Revolusi Industri
Mengganti tenaga manusia dg tenaga mesin
Menciptakan organisasi besar berdasarkan kebutuhan manajemen.
Manajemen Ilmiah
Fredrick Winslow Taylor “Bapak” manajemen ilmiah
Publikasi: Principles of Scientific Management (1911)
A. Teori Manajemen Ilmiah
Menggunakan metoda ilmiah untuk menentukan “satu cara terbaik” untuk suatu tugas:
Menempatkan orang yg tepat pd pekerjaan tertentu dg perlengkapan dan alat yg tepat.
Memiliki metoda standar untuk melakukan pekerjaan.
Menyediakan insentif ekonomi kpd pekerja.
5 Prinsip Manajemen Taylor :
1. Manajemen Kuno
Mesir (piramid) and China (Tembok Besar China)
Bangsa Venesia (lini perakitan kapal perang)
2. Adam Smith
Mempublikasi “The Wealth of Nations” pd tahun 1776
Pendukung konsep pembagian/spesialisasi kerja (division of labor: job specialization) untuk meningkatkan produktivitas pekerja
3. Revolusi Industri
Mengganti tenaga manusia dg tenaga mesin
Menciptakan organisasi besar berdasarkan kebutuhan manajemen.
Manajemen Ilmiah
Fredrick Winslow Taylor “Bapak” manajemen ilmiah
Publikasi: Principles of Scientific Management (1911)
A. Teori Manajemen Ilmiah
Menggunakan metoda ilmiah untuk menentukan “satu cara terbaik” untuk suatu tugas:
Menempatkan orang yg tepat pd pekerjaan tertentu dg perlengkapan dan alat yg tepat.
Memiliki metoda standar untuk melakukan pekerjaan.
Menyediakan insentif ekonomi kpd pekerja.
5 Prinsip Manajemen Taylor :
a)
Mengembangkan sains bagi setiap elemen kerja individu,
yang akan mengganti metoda rule-of-thumb yg lama.
b)
Memilih kemudian melatih, mengajar, dan mengembangkan
pekerja secara ilmiah.
c)
Bekerjasama secara tulus dg pekerja demi menjamin
semua pekerjaan yg dilakukan sesuai dg prinsip-prinsip ilmiah yg
telah dikembangkan.
d)
Membagi kerja dan tanggungjawab secara sama antara
manajemen dan pekerja.
e)
Manajemen mengambil alih seluruh pekerjaan pada saat
hal itu lebih layak dilakukan ketimbang para pekerja.
Teori Administrasi Umum
>>Henri Fayol
Percaya bahwa praktik manajemen beda dari fungsi-fungsi organisasi (seperti: produksi, SDM, pemasaran, atau fungsi lainnya)
Mengembangkan prinsip-prinsip (14 prinsip organisasi) manajemen yg dapat diaplikasikan di segala situasi organisasi.
14 Prinsip Manajemen ala Fayol :
1.Pembagian kerja
2.Kewenangan
3.Disiplin
4.Kesatuan komando
5.Kesatuan arah
6.Mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingan individu
7.Remunerasi
8.Sentralisasi
9.Rantai Skalar
10.Tatanan
11.Kesamaan
12.Stabilitas personalia
13.Initiatif
14.Semangat kebersamaan.
>>Max Weber
Mengembangkan teori kewenangan (authority) berdasarkan pd tipe ideal organisasi (bureaucracy) menekankan pd aspek kemampuan rasionalitas, prediksi, non-personal (impersonality), kompetensi teknis, dan otoriter
Teori Administrasi Umum
>>Henri Fayol
Percaya bahwa praktik manajemen beda dari fungsi-fungsi organisasi (seperti: produksi, SDM, pemasaran, atau fungsi lainnya)
Mengembangkan prinsip-prinsip (14 prinsip organisasi) manajemen yg dapat diaplikasikan di segala situasi organisasi.
14 Prinsip Manajemen ala Fayol :
1.Pembagian kerja
2.Kewenangan
3.Disiplin
4.Kesatuan komando
5.Kesatuan arah
6.Mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingan individu
7.Remunerasi
8.Sentralisasi
9.Rantai Skalar
10.Tatanan
11.Kesamaan
12.Stabilitas personalia
13.Initiatif
14.Semangat kebersamaan.
>>Max Weber
Mengembangkan teori kewenangan (authority) berdasarkan pd tipe ideal organisasi (bureaucracy) menekankan pd aspek kemampuan rasionalitas, prediksi, non-personal (impersonality), kompetensi teknis, dan otoriter
FUNGSI DAN PROSES MANAJEMENT
Fungsi
Manajemen
Aspek yang dikelola fungsi manajemen mencakup produksi, pemasaran, SDM dan keuangan, dan sumber daya lainnya. Proses manajemen menggambarkan kegiatan kegiatan utama sebagai manajer. Sedangkan pengertian manajemen adalah pekerjaan seorang manajer atau pimpinan dan berlaku bagi semua kegiatan bisnis hanya berbeda tingkat kompleksitasnya tergantung skala ekonominya.
Tugas utama seorang Manajer melakukan kegiatannya adalah bekerja dengan dan melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran organisasi usaha. Manajemen sebagai proses mengkoordinasi kegiatan kegiatan pekerjaan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
Aspek yang dikelola fungsi manajemen mencakup produksi, pemasaran, SDM dan keuangan, dan sumber daya lainnya. Proses manajemen menggambarkan kegiatan kegiatan utama sebagai manajer. Sedangkan pengertian manajemen adalah pekerjaan seorang manajer atau pimpinan dan berlaku bagi semua kegiatan bisnis hanya berbeda tingkat kompleksitasnya tergantung skala ekonominya.
Tugas utama seorang Manajer melakukan kegiatannya adalah bekerja dengan dan melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran organisasi usaha. Manajemen sebagai proses mengkoordinasi kegiatan kegiatan pekerjaan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
Proses
menggambarkan fungsi-fungsi yang sedang berjalan atau kegiatan utama yang
dilakukan oleh Manajer. Fungsi-fungsi tersebut lazimnya disebut merancang,
mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan sebagai fungsi dasar manajemen.
Dalam kaitan ini dapat dibedakan kedudukan manjerial dan nonmanajerial atau
posisi manajer dan karyawan. Terdapat unsur lain yang masuk dalam manajemen
yaitu efisien dan efektif.
Efisiensi mengacu pada memperoleh keluaran (output) terbesar dengan masukan (input) terkecil. Efisiensi juga dapat diartikan sebagai ”melakukan segala sesuatu secara benar”, artinya tidak memboroskan sumberdaya. Manajemen juga sangat memperhatikan efektifitas menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai. Efektivitas sering menggambarkan sebagai ”melakukan segala sesuatu yang benar yaitu, aktivitas-aktivitas pekerjaan yang membantu organisasi mencapai sasaran.
Fungsi fungsi manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar dan paling penting:
1. Merencanakan:
Efisiensi mengacu pada memperoleh keluaran (output) terbesar dengan masukan (input) terkecil. Efisiensi juga dapat diartikan sebagai ”melakukan segala sesuatu secara benar”, artinya tidak memboroskan sumberdaya. Manajemen juga sangat memperhatikan efektifitas menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai. Efektivitas sering menggambarkan sebagai ”melakukan segala sesuatu yang benar yaitu, aktivitas-aktivitas pekerjaan yang membantu organisasi mencapai sasaran.
Fungsi fungsi manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar dan paling penting:
1. Merencanakan:
- Fungsi ini mencakup menetapkan sasaran, menetapkan strateji, dan menyusun rencana untuk memadukan dan mengkoordinasikan sejumlah kegiatan untuk mencapai sasaran.
2. Mengorganisasi:
- Fungsi ini mencakup menentukan apa yang perlu dilakukan, bagaimana cara melakukan, dan siapa yang harus melakukan, dan siapa melapor kepada siapa.
3. Memimpin:
- Tugas manajemen adalah bekerja dan melalui orang lain, fungsinya adalah mengarahkan dan memotivasi, mempengaruhi dan individu atau tim untuk bekerja, memilih saluran komunikasi yang efektif atau menyelesaikan konflik
4. Mengendalikan:
- Fungsi ini untuk menjamin
sesuatu berjalan sebagaimana mestinya dengan memantau dan menilai kinerja
denganmembandungkan kinerja aktual dengan sasaran yang yang telah
ditetapkan. Fungsi-fungsi penting manjaemen tersebut di atas bertujuan
untuk menghasilkan pencapaian tujuan yang dinyatakan oleh organisasi.
Proses Manajemen
Merupakan serangkaian keputusan dan kegiatan kerja seorang manajer sewaktu merancang, mengatur, atau menorganisasi, memimpin atau melaksanakan kegiatan usaha dan mengnendalikan usahanya. Setiap waktu manajer itu melakukan pekerjaan pengelolaan usahanya, kegiatan para pebisnis itu seringkali dilakukan secara terus menerus tiada henti yakni dalam suatu proses.Para manajer atau pebisnis atau usahawan memiliki beberapa peran manajer tanpa memperdulikan jenis organisasi atau tingkatan di dalam organisasi adalah menjalankan peranan yang sama dan yang berkaitan dengan perilaku:
1. Peran antar pribadi yang
merupakan peran komunikasi antar orang (misalnya memberikan sapaan kepada pihak
pelanggan atau calon pembeli dalam hal menawarkan produknya), peran manajerial
(misalnya antarapimpinan dan karyawan atau bawahan dan orang di luar
organisasi) dan sebagai penghubung antara usahanya dengan calon peminjam,
pembeli produk dengan pengusaha lain
2. Peran informasional yang meliputi
menari dan menerima mengumpulkan informasi (untuk meningkatkan usaha, melakukan
kontak pribadi) dan menyebarkan informasi Misalnya melakukan pertemuan dengan
karyawan,pihak lain dalam rangka kegiatan usaha dan pelanggan), dan juru
bicara(meneruskan informasi kepada berbagai pihak untuk meyakinkan usahanya);
3. Peran pengambilan keputusan, yang
berkisar membuat pilihan yang meliputi wirausahawan (misalnya mencari peluang
dan inisiatif untuk perbaikan usaha), penyelesai gangguan (berupaya untuk
menghadapi gangguan atau krisis yang mendadak dalam kegiatan usahanya), pembagi
sumber daya (misalnya menyusun alokasi penggunaan uang, dan kegiatan karyawan),
dan perunding (berperan dalam perundingan kerjasama atau kontrak atau calon
pemberi pinjaman)
CIRI-CIRI MANAJER PROFESIONAL
Berikut ini adalah beberapa
ciri-ciri manager atau pimpinan suatu organisasi yang dengan cara berfikirnya
profesional :
Seorang
manager yang profesional selalu bekerja keras untuk memenangkan rasa hormat
dari anak buahnya. Dia percaya bahwa dia harus bekerja lebih keras daripada
anak buahnya karena dia seorang manager yang harus selalu memberi contoh baik.
Seorang
manager yang profesional menghargai anak buahnya secara sejajar, dan mencoba
untuk memahami mereka sebagai individu. Dia berkomunikasi secara terbuka
sesering mungkin dengan mereka. Dia juga berkomunikasi secara terbuka dengan
atasannnya karena dia sadar bahwa interaksi ini akan banyak menolong dalam
menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.
Seorang
manager yang profesional menyadari bahwa hubungan dengan anak buahnya harus
dalam bentuk hubungan yan memuaskan bagi kedua belah pihak dalam hal pekerjaan.
Maka biasanya dia bertindak tenang, masuk akal dan tidak emosional, walaupun
dalam menangai masalah-masalah atau kesalahan anak buahnya serius.
Seorang
manager yang profesional secara aktif mendorong anak buahnya untuk
mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak buahnya. Dia merasa bahagia bila
nak buahnya berhasil.
Seorang
manager profesional mendelegasikan pekerjaan dengan tepat agar supaya
tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai secara objektif dan seefisien mungkin.
Dia akan mengambil tanggung jawab bisa dia membuat kesalahan-kesalahan,
mengakui kesalahan-kesalahan tersebut serta meminta maaf dengan tulus kepada
anak buahnya.
Seorang
manager yang profesional menghargai hasil pekerjaan yang baik anak buahnya.
Manager tersebut akan mengoreksi anak buahnya dengan cara yang profesional
ketika mereka tidak menampilkan kerja yang kurang baik atau kurang disiplin.
Seorang
manager yang profesional menghargai hasil pekerjaan yang baik anak buahnya.
Manager tersebut akan mengoreksi anak buahnya dengan cara yang profesional
ketika mereka tidak menampilkan kerja yang kurang baik atau kurang disiplin.
Seorang
manager yang profesional percaya bahwa nak buahnya mampu memberi andil untk
kesuksesan perusahaannya. Ini berarti bahwa dia sejauh mungkin akan mengajak
anak buahnya untuk memberikan masukan-masukan, ide-ide, dan saran-saran untuk
pemecahan masalah yang dihadapi di tempat kerja. Dia juga berkeinginan untuk
mendengar, memahami dan menindak lanjuti kritikan dan tuntutan-tuntutan dari
anak buahnya.
Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Robert L. Katz pada tahun 1970-an
mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.
Ketiga keterampilan dasar yang diperlukan seorang manajer adalah:
- rampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top
manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan
demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian
haruslah dijabarkanKete menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan
atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang
kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh
karena itu, keterampilan konsepsional juga merupakan keterampilan untuk membuat
rencana kerja.
2.
Keterampilan berhubungan dengan orang
lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu
dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan
dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang
persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang
dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan
membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka
kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan
manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3. Keterampilan teknis (technical
skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi
manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan
kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan
program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin
menambahkan dua keterampilan dasar yang
perlu dimiliki seorang manajer, yaitu:
- Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang
merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya
secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach.
Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika
diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2
minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per
menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat
merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh
lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap
merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan
mengurangi produktivitas perusahaan.
2.
Keterampilan membuat keputusan
Merupakan
kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam
memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi
seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin
mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer
harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil
untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif
yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir,
manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta
mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
ORGANISASI
Pengertian
organisasi
Organisasi adalah wadah berkumpulnya
sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri
dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan tujuanya.
Organisasi adalah wadah yang
memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai
oleh individu secara sendiri-sendiri. (James L. Gibson, 1986).
Pada dasarnya orang tidak bisa hidup
sendiri. Sebagian besar tujuannya dapat terpenuhi apabila ada interaksi sosial
dengan orang lain. Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri
karena manusia memiliki kebutuhan terhadap manusia lainnya. Karena itulah
biasanya manusia berkumpul dan membentuk kelompok, yang disebut dengan
organisasi. Karang Taruna, perusahaan, kerajaan, negara, adalah bentuk-bentuk
dari organisasi. Bahkan sebuah organisasi kejahatan pun pada dasarnya juga
adalah sebuah organisasi, dimana mereka bergabung dan berkumpul karena memiliki
tujuan dan kepentingan yang sama. Organisasi yang paling kecil yang kerap kita
jumpai adalah keluarga. Keluarga pada hakikatnya adalah sebuah organisasi.
Keluarga adalah satuan organisasi terkecil yang pertama kali dikenal oleh
setiap manusia.
Banyak motivasi yang mendorong
seseorang masuk dalam sebuah organisasi. Diantara beberapa motivasi atau tujuan
seseorang bergabung ke dalam suatu kelompok organisasi adalah :
1. Kelompok
atau organisasi sering dipakai untuk memecahkan masalah-masalah.
2. Mencegah
kesepian dan kerenggangan
3. Kelompok
dapat memberikan bantuan pada saat kesusahan / menjumpai masalah
4. Kelompok
dapat memberikan tujuan dan nilai hidup yang lebih baik, perilaku, dan
kesetaraan kelompok
5. Kelompok
sosial , kerja dan bermacam-macam kelompk lainnya memberikan prestige, status
dan pengakuan.
2. Pentingnya Mengenal Organisasi
Secara langsung ataupun tidak langsung kita sering
menjumpai organisasi-organisasi, bahkan turut ambil bagian dalam
penyelenggaraan organisasi tersebut. Sebagai contoh kita (sebagai salah satu
ciri dari makhluk sosial) selalu berkaitan dan diakrabkan dengan
organisasi-organisasi, mulai dari tim olah raga (organisasi sosial), kelompok
keagaamaan, kelompok belajar (komunitas), dan sebagainya.
Perusahaan kecil, dalam fungsi pengorganisasian
sederhana, contohnya adalah toko kelontong. Interaksi yang terjadi dalam
organisasi tersebut adalah manajer-pemilik toko mempekerjakan beberapa orang;
melayani pembeli, membersihkan, mengatur barang, serta menjaga toko.
Bentuk-bentuk Organisasi
Organisasi memiliki beberapa bentuk adalah sebagai berikut:
- Organisasi Lini
Garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikalantara atasan dan
bawahan. Organisasi ini memiliki ciri:
- Jumlah karyawannya yang sedikit.
- Manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana.
- Sarana dan alatnya terbatas.
- Relasi atasan dan bawahan bersifat langsung.
- Pada bentuk lini perusahaan perseorangan, pemilik perusahaannya adalah
top manager.
2. Organisasi
Fungsional
Wewenang dari pimpinan tertinggi dapat dilimpahkan kepada kepala bagian
yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan para pelaksana yang
mempunyai keahlian khusus. Organisasi ini memiliki ciri:
- Organisasi relatif kecil.
- Terdapat kelompok kerja staf ahli.
- Terdapat spesialisasi dalam pelaksanaan tugas.
- Ada kejelasan target yang hendak dicapai.
- Terdapat pengawasan ketat.
3. Organisasi
Garis dan Staff
Pelimpahan wewenang secara vertikal dari pimpinan ke kepala
bagiandibawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu
ataupejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai
penasihat kearsipan, keuangan, ataupun personel. Organisasi ini memiliki ciri:
- Relasi atasan dan bawahan tidak seluruhnya langsung.
- Jumlah karyawan yang relatif banyak.
- Organisasinya cukup besar.
- Ada 2 kelompok kerja organisasi sehingga ditekankan. Adanya spesialisasi,
yaitu Personel Lini dan Personel Staff.
- Organisasi Fungsional dan Garis
Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian
dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu dan sebagian lagi dilimpahkan
kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap, selanjutnya diserahkan
kepada kepala bagian. Organisasi ini memiliki ciri:
- Tidak nampak pembedaan tugas pokok dan bantuan.
- Terdapat spesialisasi praktis pada pejabat fungsional.
- Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan
tingkat eselon.
2. Organisasi
Matrik (Organisasi Manajemen Proyek)
Merupakan organisasi yang penggunaan struktur
organisasinya menunjukkan para spesialis yang mempunyai ketrampilan di
masing-masing bagian. Dari kegiatan perusahaan dikumpulkan kembali untuk
mengerjakan proyek yang harus diselesaikan.
4. Organisasi
Komite
Dalam organisasi ini, tugas kepemimpinan dan tugas
lainnya dilaksanakan secara kolektif (bersama) oleh kelompok pejabat, yang
merupakan komite/ dewan (board) dengan plurasticmanagement. Organisasi
ini terdiri dari Executive Committe (Pimpinan Komite yang anggotanya mempunyai
wewenang lini) dan Staff Committe (yang anggotanya hanya mempunyai wewenang
staf).
Prinsip dari organisasi menawarkan
petunjuk untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas struktur organisasi.
Dengan kata lain, prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi
yang efisien. Pakar manajemen (Henry Fayol, FW Taylor, UL Urwick dan lainnya)
telah menulis beberapa statement khusus yang terkait dengan fungsi organisasi
dalam manajemen. Beberapa prinsip itu antara lain:
- Kesatuan tujuan: tujuan dari perusahaan mempengaruhi struktur organisasi dan karena itu tujuan perusahaan harus ditentukan dengan jelas dan kuat terlebih dahulu. Hal ini memberikan arahan yang jelas kepada seluruh aspek organisasi dan nantinya akan dibandingan dengan pencapaian dari tujuan tersebut. Perilaku organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan. Tujuan mungkin akan dibagi dalam tujuan departemen atau tujuan organisasional. Seharusnya ada kesatuan antar tujuan. Tujuan juga seharusnya dibuat jelas untuk seluruh orang sehingga mereka mampu untuk mengerjakan yang terbaik dalam mencapai tujuan tersebut.
- Divisi kerja dan Spesialisasi : divisi kerja mengacu pada spesialisasi. Pembagian tugas berkaitan dengan proses membagi tugas ke dalam suatu unit tugas yang secara berturut-turut lebih kecil. Salah satu manfaat utama dari mengorganisasikan tugas adalah bahwa kelompok orang yang bekerja sama melalui pembagian kerja mampu menghasilkan lebih dari yang mereka hasilkan sendiri. Hal ini berkaitan erat dengan sejauh mana tugas-tugas seharusnya dispesialisasikan. Spesialisasi rendah jika pekerja melakukan beraneka ragam pekerjaan, dan spesialisasi tinggi jika pekerja hanya melakukan satu tugas saja. Setiap departemen dari organisasi seharusnya diberikan sebuah fungsi yang spesifik. Hal ini akan menaikkan tingkkat efisiensi dan kualitas kerja dari perusahaan. Pada saat yang bersamaan, spesialisasi tidak boleh menimbulkan akibat yang kurang baik pada keseluruhan sistem yang terintegrasi. Koordinasi harus dibangun diantara setiap departemen dan aktivitas. Spesialisasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dari keseluruhan struktur organisasi.
- Delegasi Kewenangan: seharusnya ada pembagian kewenangan yang wajar dalam setiap organisasi, khususnya untuk organisasi dengan skala yang besar. Ide dasar dari delegasi adalah untuk melihat kekuatan pengambilan keputusan ditempatkan dalam porsi yang wajar. Delegasi adalah berguna agar pekerjaan diselesaikan melalui orang lain. Satu manajer yang sukses secara normal tidak melaksanakan pekerjaan oleh dirinya sendiri. Dia mendelegasikan otoritas dan tanggung jawab untuk orang dibawahnya. Dia juga memotivasi bawahannya dan melihat apakah mereka mengambil inisiatif, mengerjakan secara efisien dan mendukung pencapain tujuan organisasi.
- Koordinasi: Koordinasi mempengaruhi integrasi pada fungsi dasar manajemen. Prinsip dari koordinasi adalah penting saat ini untuk memfasilitasi pencapaian dari keseluhan tujuan organisasi. Koordinasi tidak akan terjadi secara otomatis. Untuk ini, perlu untuk membangun hubungan yang baik dalam organisasi.
- Kesatuan Komando : kesatuan komando mengindikasikan bahwa setiap bawahan hanya memiliki satu ayasan yang perintahnya harus dikerjakan. Karyawan seharusnya tidak memiliki lebih dari satu atasan untuk melakukan laporan atau fungsi perintah atau pemberian arahan. Laporan kepada lebih dari satu atasan akan memunculkan kebingungan.
- Fleksibilitas : struktur organisasi seharusnya fleksibel dan tidak kaku. Struktur harus dapat selalu beradaptasi dengan perubahan situasi dan memungkinkan adanya perubahan atau pergantian tanpa memunculkan gangguan yang serius.
- Simple/sederhana: struktur organisasi harus dibuat sederhana untuk pemahaman yang lebih jelas dari karyawan. Struktur juga seharusnya lebih mudah untuk diatur. Komunikasi internal akan lebih mudah jika struktur organisasi lebih sederhana. Struktur organisasi harus sesederhana mungkin .
- Rentang Kendali: rentang kendali sebisa mungkin untuk lebih sedikit dan adil. Ini berarti manajer seharusnya tidak dituntut untuk mengawasi bawahan dalam jumlah besar.
- Chain of command: prinsip dari chain of command adalah batas kewenangan dari kepala eksekutif kepada atasan level pertama sudah didefinisikan dengan jelas. Batas kewenangan harus didefinisikan dengan wajar untuk menghindari kebingungan.
- Prinsip pengecualian : eksekutif pada level yang level lebih tinggi sibuk dengan hal-hal yang penting dan memiliki batas waktu untuk mempelajari hal-hal administratif rutin. Masalah yang sangat rumit dan luar biasa kompleks harus diselesaikan oleh top management dan masalah rutin harus dihadapi oleh eksekutif yunior pada tingkat yang lebih rendah. Lebih dari itu, waktu dari top management ditabung. Mereka dapat mempergunakan waktu mereka untuk menghadapi masalah yang lebih penting dan kompleks.
- Wewenang & Tanggung Jawab:wewenang bertindak sebagai alat kuat yang digunakan manajer untuk mencapai tujuan tertentu. Wewenang dari setiap manajer harus didefinisikan dengan jelas. Karyawan tidak bisa lari dari tanggung jawab hanya dengan mendelegasikan wewenang kepada bawahannya. Sebaliknya, tanggung jawab atasan pada perilaku bawahannya adalah mutlak.
- Efisiensi: struktur organisasi seharusnya mampu untuk meningkatkan fungsi secara lebih efisien. Untuk itu, struktur harus sesuai dengan nature, ukuran, aktifvitas, dll dari organisasi.
- Keseimbangan yang wajar: keseimbangan yang wajar dibutuhkan dalam aspek yang berbeda dalam organisasi. Ini berarti harus ada keseimbangan yang beralasan dalam ukuran dan dungsi departemen, sentralisasi dan desentralisasi organisasi, rentang kendali, chain of command dan akhirnya antara aset manusia dan material.
- Pemisahan fungsi lini dan staf: fungsi lini seharusnya dipisahkan dengan fungsi staff walaupun mereka memiliki karakter yang mirip. Fungsi lini langsung terhubung dengan kegiatan operasi sedangkan fungsi staf adalah pelengkap dari fungsi lini. Fungsi ini harus dikoordinaiskan jika dibutuhkan tetapi secara normal harus dipisahkan.
Ketrampilan Manajemen yang
Dibutuhkan
Ketrampilan yang dibutuhkan dalam manajemen dibagi atas kategori hubungan,
seperti;
- Hubungan antar Pribadi terdiri dari:
a. Pemimpin Lambang (Figurehead)
Kepala Simbolis yang diperlukan untuk menjalankan sejumlah kewajiban rutin
yang bersifat legal dan sosial.
b. Pemimpin (Leader)
Pemimpin bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengaktifkan bawahan,
bertanggung jawab untuk mengisi posisi yang kosong (staffing), melatih dan tugas-tugas
yang terkait
c. Penghubung (Liaison)
Penghubung sebaiknya dapat memelihara suatu jaringan kontak luar yang
berkembang sendiri yang secara langsung atau tidak langsung dapat memberikan
dukungan dan informasi.
- Hubungan dengan Informasi terdiri dari:
a. Pemantau (Monitor)
Pemantau berkewajiban sebagai pusat saraf informasi baik internal dan
eksternal yang berkaitan dengan organisasi.
b. Penyebar (Dissiminator)
Penyebar berkewajiban untuk meneruskan informasi yang diterima dari orang
luar atau dari bawahan kepada anggota-anggota lain dalam organisasi.
c. Jurubicara (Spokesperson)
Jurubicara berkewajiban untuk meneruskan informasi kepada orang luar
mengenai rencana, kebijakan, tindakan dan hasil yang dicapai oleh organisasi.
- Hubungan dengan Pengambilan Keputusan terdiri dari:
a. Wirausaha (Entrepreneur)
Sikap kewirausahaan diperlukan dalam encari kesempatan (celah) dalam
organisasi dan lingkungannya serta
memprakarsai “proyek- proyek perbaikan” untuk menimbulka perubahan sehingga
dapat meningkatkan organisasi.
b. Pengendali Gangguan (Disturbance Handler)
Dalam mengatur (managing) diperlukan rasa tanggung jawab atas tindakan,
yang korektif bila organisasi menghadapi gangguan mendadak dan/ atau berada
dalam keadaan genting (urget).
c. Pengalokasi Sumber Daya (Resource Allocator)
Dalam mengatur (managing) diperlukan rasa tanggung jawab terhadap alokasi
segala sumber daya organisasi yang ada dan dipergunakan, sehingga tidak terjadi
manipulasi sumber daya yang tidak bertanggung jawab..
d. Perunding (Negotiator)
Dalam mengatur (managing) juga penting untuk mewakili organisasi pada
perundingan- perundingan utama yang dapat meliputi kerjasama.
Sebab Keberhasilan dan Kegagalan
Organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi
dapat ditinjau dari beberapa faktor, yaitu:
- · Faktor intern: faktor yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Faktor ini dapat meliputi pemimpin dalam organisasi, pekerja (staf), cara pengaturan dan pengembangan organisasi, dan sebagainya.
- · Faktor ekstern: faktor yang berasal dari luar yang kerap kali ikut mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi.
:
"Stephen P robbins Marry coulter 8th edition"


Tidak ada komentar:
Posting Komentar